Rabu, 02 Juni 2010

Kebencian

Beberapa hari ini seakan aura kebencian mengepungku, baik dari hasil blogwalking di blog ini atau di blog itu ataupun kehidupan pribadiku yang tak etislah bila kutuangkan disini.. walau ingin rasanya. Entah kenapa sifat manusia yang satu ini begitu misterius. Kadang mudah terlihat dengan jelas, namun dengan rapinya terkadang bersembunyi di relung terdalam kalbu manusia. Aku kadang pernah sangat benci . Entah itu orang maupun sesuatu dan kadang - kadang komplikasi dengan iri hati, marah maupun dendam.

Hari ini kucoba memahami kebencian lewat cerita manis seorang  teman lama. Ceritanya mungkin bisa saja kita beri judul "Kentang Kebencian". Seperti ini ceritanya.


Kentang Kebencian


Suatu kali di suatu kelas,
Sang guru bertanya kepada murid-murid…

“Anak-anak, adakah orang yang kalian sukai?”
 ”Ada bu, ada bu..” , kata murid-muridnya berebutan.
“Coba siapa aja ?”  tanya Sang Guru sambil menunjuk pada satu orang murid.
“Ibu saya Bu guru..”, katanya singkat.

“Nah sekarang,  adakah yang kalian benci …?”
Kali ini semua berebutan lagi  , “Ada bu, ada bu…”.
“Coba….sekarang PR untuk kalian…,
Besok masing-masing bawa kentang rebus sejumlah orang yang kalian benci.
Kemudian tuliskan nama2 mereka pada kentang rebus itu.”

Keesokan harinya…

Ada yang bawa 1, 2, 3 ada juga yang bawa 10.
Ada yang menuliskan Ayahnya, ibunya, teman yang jadi dibenci gara-gara lupa mengembalikan pulpennya,
bahkan ada juga yang menuliskan nama bu Guru.
“Kalau sudah selesai , nah kalian harus membawa semua kentang-kentang ini setiap hari KEMANA PUN kalian berada yaaah…?”, Bu Guru menutup pelajaran.
Semua murid mengiyakan…

Keesokan harinya, semua anak-anak membawa kentang rebus kemarin…
Hari terus berlanjut hingga memasuki hari ketiga…
Anak-anak mulai mengeluhkan kentang rebus yang mulai membusuk dan baunya yang sangat tidak sedap.
Belum lagi yang membawa banyak kentang busuk sesuai dengan jumlah orang yang dia benci…
Ibu guru tetap memerintahkan anak-anak untuk bersabar…
Dan 1 minggu pun berlalu dengan arom kelas yang tidak sedap karena bau busuk kentang “KEBENCIAN”.
Terutama yang membawa banyak kentang “KEBENCIAN”.

Akhirnya setelah 1 minggu Bu guru menyuruh membuangnya dan bertanya kepada anak-anak….
“Bagaimana anak-anak ? Menyenangkan ? “, tanya Bu Guru.
Semua anak-anak berseru,”Yaccch…!!!” (semuanya jijik mengingat kentang rebus 7 hari yang sudah membusuk).
“Nah anak-anak..seperti itulah kalau kalian menyimpan KEBENCIAN terus-menerus dalam hati.
Makin banyak yang kalian benci, makin berat beban yang kalian bawa.
Makin lama kalian menyimpan kebencian, makin tidak nyaman kalian rasakan.
Lebih baik mana ? Menyimpan kebencian atau kalian memaafkan orang yang kalian benci ?”
Anak-anak menjawab kompak…”Memaafkan bu !!!!”.
Satu ana nyelutuk, “Kalau kita memaafkan kita gak akan cape bu.”

Seringkali kebencian itu tidak perlu terjadi. Kebencian yang tidak beralasan.
Padahal menyimpan kebencian menghabiskan energi kita. Tapi yah.. Kita cuma manusia biasa. Dan kukira obatnya mungkin seperti salah satu status seorang teman di akun facebookku : "Mengampuni Itu Menyehatkan!"


Cheers, And keep on dreaming!

Tidak ada komentar: