Minggu, 18 Juli 2010

Di Akhir Misi ..


Sembilan bulan kami merangsek, tertatih dan megap - megap. Direnggut dari sana - sini dan di bakar dalam bara hanya untuk disiram dalam sebuah kuali dingin. Sembilan bulan kami di pukul - pukul menjadi sebuah bentuk, dibakar dan direndam kembali dalam jelaga.


Perlahan kami mewujud. Kami adalah kilauan tombak, pedang, pisau, trisula dan samurai. Menebas berkilatan dengan ketajaman sehelai rambut.

Belukar dan rimba mana yang tak pernah kami susuri? aliran sungai sederas apa yang tak pernah kami arungi? Angkasa setinggi apa yang tak pernah kami arungi? Perlahan namun pasti perjalanan membawa kami  mendekat untuk melihat sebuah lukisan yang masih sangat kabur .

Kami patah, terburai dan terluka. Terpuruk, tejerembab dan mendaki kembali. Sedikit asa membangkitkan kembali bara semangat. Terkadang mati suri dan dibangkitkan kembali oleh sebuah harapan.

Pasti kami mendekat bersama, dan indah lukisan itu terlihat. Sebuah visi indah, seindah seulas senyuman bocah. Seagung lukisan seniman reinasance. Kami saling menoleh dan tersenyum.  Senyum kekemenangan.

Di akhir perjalanan Kami tak mampu saling melihat - tak mampu saling meraba. Karena kami bukanlah kepala, kaki, tangan, telinga atau sepasang mata. Bukan kawan! Kami adalah sebuah raga utuh dengan sebuah semangat didalamnya. Semangat yang semakin membesar dan akhirnya meledak! Supernova! Menyajikan kemilau cakrawala.

Puas dan madu kawan! Di akhir misi kami adalah visi - dimana kejujuran dan harapan melebur menjadi satu.

Kami adalah Laskar! Laskar Kebangkitan - dengan medali emas berkilauan dari darah yang menggumpal.

Terima kasih LASKAR ERTAQUE!!.

Terimakasih - karena tahukan kamu kawan! Hal terindah dalam mencapai Visi adalah sekeras apa kalian menjalani misi.
Enhanced by Zemanta

Tidak ada komentar: