Dear Facebook,
Aku tidak tahu bagaimana untuk memulai surat ini kepada Anda. Bagaimana mengungkapkan hal ini. Tapi ini sudah menggangguku selama beberapa waktu belakangan ini, sangat mengganggu...
Mungkin seperti ini rasanya ; Mungkin ada bagian dari diriku yang tidak Anda sukai seperti ada juga bagian dari dirimu yang tidak begitu Aku sukai.
Tapi kita telah sepakat untuk menjadi teman dan lebih dari setahun yang lalu, Aku mendaftar untuk menjadi salah satu penggunamu. Kita berjabat tangan secara virtual dan Anda menunjukkanku bagaimana untuk meng-upload foto.. yang mana sangat kusukai. Sisi narsismeku perlahan mulai terasah.
Lalu Anda bertanya, "Apa yang ada di pikiran Anda" Oh Pliss deh?! Apa yang ada di pikiranku? Apa berarti Anda ingin hal tersebut dijelaskan dengan beberapa kalimat? Anda pasti sedang bercanda kan! Ada blog di pikiranku! Sebuah novel! Sebuah novel lengkap! Anda ingin hanya satu potongan? Bagaimana bisa seseorang melakukan ini hanya dengan 500 karakter? Sungguh, Facebook! Anda Terlaluuh (Rhoma Irama mode on).
Lalu Anda kembali memperkenalkan diriku kepada semua teman-teman lama dan keluarga. Ayo, katamu! Mari kita bertemu di ruang "chatting" Facebook. Mari kita saling mengkonfirmasi teman, satu-garis keluarga dan mungkin meminta chip bermain game "poker" dan saling "poke" satu sama lain.. lalu chatting dan melihat foto dan-OK!, Tulislah sebuah surat atau catatan kepada teman-teman Anda.
Tapi aku di sini untuk memberitahu Anda bahwa catatan atau surat bisa terkadang bikin kita saling salah paham. Misalkan Anda menulis catatan dan tidak men"tag" siapa pun. Lalu mungkin tak ada satu orangpun membaca catatan Anda, hal yag sia - sia kan!. Pun ketika Anda memilih sepuluh atau dua puluh orang untuk di"tag" pada catatan Anda, maka teman lainnya merasa diacuhkan. Mereka sedih. Akhirnya, semua merasa catatan ini tidak ada gunanya di Facebook. Lihat sendiri kan akibatnya? Atau Aku yang terlalu berlebihan.
Lain lagi terkait dengan masalah privasi, Anda memiliki beberapa orang ahli (gila) untuk urusan ini. Sempat ku dengar kabar bahwa bahwa Anda tidak menghormati privasi kami. Ada yang bilang kau biang gosip tentang beberapa rahasia pribadi kami. Ada juga yang bilang Anda membagi rahasia kami di tempat on-line lainnya. Entahlah... Tahun lalu saya mulai ngeblog di Wordpress tanpa memberi nama saya. Tapi tahun ini saya sudah siap untuk mengungkapkan apa-apa tentang diriku lebih jujur di blog ini kecuali mungkin hal yang sangat pribadi. Jadi Anda mungkin tidak bisa menggosipkan semua rahasiaku tanpa seizin diriku.
Selain kecurigaanku diatas, Aku curiga berat Facebook membuat kita malah tidak menjadi lebih dekat dengan teman dan keluarga.
Apa? Anda keberatan dengan statement di atas ? Coba kita lihat lagi.
Tapi kadang-kadang yang tampaknya terjadi adalah seperti ini:
Anda menghubungkan Aku dengan teman lamaku Wisnu atau teman akrabku Erma ketika kuliah dulu. Kasih "hug" dulu aah..pelukan virtual. Anda juga memberikan "high five". Nanya'in "Apa kabar? Gi ngapain? Bukankah itu asyiknya Facebook? Sekarang kita serasa menjadi bagian dari kehidupan teman - teman kita. Mantaap!
Tetapi kenyataannya adalah seperti ini. Menurut opiniku:) , Aku jadi jarang benar - benar berbicara lagi dengan Wisnu atau Erma maupun Agus. Kau membuatku seakan berpikir Aku dekat dengan mereka. Aku dibuat terbiasa berpikir dekat dengan teman - temanku itu hanya karena selalu merasa terhubung secara online.
Contoh lainnya. Misalnya Anda posting status Anda, "Hei, aku lagi pesiar ke Pulau Belitong" atau! "Yuli dan aku akan berperahu sore ini!" Atau "Cinta adalah hal yang sangat menggairahkan..." dan teman - teman Anda (yang harapannya kasih komentar) tidak mengomentari status Anda. Mereka mungkin sedang sibuk chatting dengan teman lain sampai mengabaikan 66 teman lainnya termasuk Anda. Anda pasti ngerasa dicuekin kan!.
Oke, anggap saja enam puluh enam orang akhirnya merasa dicuekin. Yah, itu belum tentu juga, Facebook. Karena tiga puluh tiga orang lainnya mungkin jarang melongok akun mereka,jarang memeriksa status mereka atau memang mereka tidak peduli sama sekali. Bisa - bisa saja kan!
Uniknya kita menjadi Sekelompok besar penguntit untuk mengintip kehidupan teman yang kita anggap pernah dekat (tapi sekali lagi : ironis!) tanpa pernah mengucapkan sepatah kata pun. Dan itu mungkin karena kita tidak bisa lagi memikirkan satu kalimat untuk mereka. Mungkin karena kita telah TERLALUUUH (Bang Oma Mode On) banyak teman di Facebook dan sekarang kita benar-benar kewalahan sampai harus menulis kata Full dibelakang nama profil kita... wkwkwk!(ketawa terbahak - bahak maksudnya)
Apakah sudah waktunya kuhapus saja akun Facebookku? Atau hanya berdamai dengan keadaan ini sambil menarik nafas dan berkata... Baiklah!!
Sekarang, Tuan Book, jangan salah paham ya. Anda pasti tahu Aku sangat menyukai Anda. Aku suka ketika melihat daftar teman-teman yang online di ruang "chatting" Anda. Karena itulah aku masih menjadi user setiamu hanya untuk melihat apa yang terjadi dengan teman - temanku atau senyum - senyum sendiri ketika ada yang menanggapi update status on-lineku. Atau untuk menulis di dinding mereka "Hai Agus! wahyu! Mama! Emil !"(Oh maafkan aku teman - teman ... terlalu banyak nama untuk diketik ... tidak ada maksudku untuk mengabaikan kalian ... maafkan!.) atau untuk mencoba memahami apa yang mereka pikirkan, rasakan, lakukan.
Jadi maksudku adalah dalam beberapa hal Anda telah memperkaya persahabatan maupun relasiku. Namun sebaliknya ada beberapa hal membuat saya sangat sedih. Sudah kutuliskan keprihatinanku kan!
Terima kasih telah menjadi sahabat dan pendengar yang baik dengan pikiran terbuka. Mari kita coba untuk memahami dan mencari jalan keluar untuk perbedaan-perbedaan kita, Bisa gak ya? Aku tahu banyak dari user Anda mendukung anda karena merasa memiliki hubungan yang sangat erat (ketergantungan) dengan Anda. Mereka berpikir Anda Terobosan Baru! Mereka pikir Anda keren abis!
Semoga kelak masalah ini ada solusinya ya .
Salam Hormat,
Salah satu profil Anda
NB : Tapi tunggu sebentar.barusan ini lima menit yang lalu, saya mendapat undangan teman Facebook dari seseorang yang berkata, "Hei, Ron. Blog baru neh keren juga yaa..Anda memang berbakat. Apalagi bisa download lagu. Wow! Agus. "
Tunggu sebentar! Lupakan semua yang yang kutulis tadi! Facebook keren abis, Facebook mantaap.. Facebook ... Yah, seperti salah satu relation statusmu : it's complicated .
Cheers,
And keep on dreaming!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar